<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>A New Beginning &#187; Stories</title>
	<atom:link href="http://blog.mariobudi.net/category/stories/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.mariobudi.net</link>
	<description>Me on the Internet</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Dec 2009 02:06:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ada Apa dengan Program di Kantor Pajak?</title>
		<link>http://blog.mariobudi.net/2008/12/07/ada-apa-dengan-program-di-kantor-pajak/</link>
		<comments>http://blog.mariobudi.net/2008/12/07/ada-apa-dengan-program-di-kantor-pajak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 01:18:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.mariobudi.net/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[
Membaca berita di sini, akhirnya saya mencoba datang untuk mengambil kartu NPWP saya. Oh ya, saya mendaftar pada waktu ada roadshow kantor pajak ke gedung Plaza BII pada akhir bulan oktober lalu.
Saya masuk dan didalam sepi, wah asyik nih, bisa cepat beres, lalu saya menyerahkan KTP pada ibu yang ada disana, kemudian menunggu. Cukup lama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.mariobudi.net/wp-content/uploads/500200.gif" alt="Kring Pajak" /><br />
Membaca berita di <a href="http://www.detikfinance.com/read/2008/11/30/191356/1045509/4/kantor-pajak-buka-di-hari-sabtu-mulai-6-desember">sini</a>, akhirnya saya mencoba datang untuk mengambil kartu NPWP saya. Oh ya, saya mendaftar pada waktu ada roadshow kantor pajak ke gedung Plaza BII pada akhir bulan oktober lalu.</p>
<p>Saya masuk dan didalam sepi, wah asyik nih, bisa cepat beres, lalu saya menyerahkan KTP pada ibu yang ada disana, kemudian menunggu. Cukup lama saya menunggu, kira-kira 20 menitan, kemudian ibu petugas itu memanggil saya dan berkata, &#8220;Mas, kartu mas tidak ada, dan saya sudah cek di &#8220;Master File&#8221;, juga tidak ada. Gubrak&#8230;.</p>
<p>Menenangkan diri sebentar</p>
<p>&#8220;Apakah mungkin kartunya terselip atau sudah diambil orang lain bu?&#8221;<br />
&#8220;Ya mungkin saja, tapi data mas ini juga tidak ada di Master File, jika di Master File tidak ada, ya berarti datanya belum pernah dibuat.&#8221;</p>
<p>Kemudian ibu itu kembali konfirmasi ke mas petugas satunya yang sedang di depan komputer, saya ikut mendekat dari arah depan meja, lalu ikut mendengarkan.<br />
&#8220;Coba cari lagi&#8221;<br />
&#8220;Sudah, tetap tidak ada&#8221;<br />
&#8220;Coba Mario saja&#8221;, dan tetap tidak ada<br />
Dari sini saya mulai tidak yakin dengan program yang digunakan, bukankah seharusnya jika hanya dimasukkan suatu kata, maka akan ditampilkan seluruh data (dalam hal ini data Wajib Pajak) yang namanya mengandung kata itu. Atau mas petugas tersebut yang tidak bisa menggunakan program?</p>
<p>Ingin rasanya mencoba mencari sendiri, membuktikan apakah programnya yang jelek atau petugasnya yang gaptek <img src='http://blog.mariobudi.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Tapi ya sudahlah, trus pasrah dan saya tanyakan apakah bisa dibuat ulang.<br />
Dan&#8230;<br />
Ternyata tidak bisa karena saya menggunakan KTP Jogja <img src='http://blog.mariobudi.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
Akhirnya ibu petugas itu menelpon rekannya untuk mencari solusi, dan akhirnya di setujui untuk bisa dibuat disana, horeee&#8230;<br />
Saya dikasi form baru dan mulai mengisi.<br />
Saat itu datang petugas yang lain, lalu dia dijelaskan, lalu dia melihat KTP saya dan bertanya<br />
&#8220;Mas kemarin isi formnya sesuai data yang di KTP?&#8221;<br />
&#8220;Iya pak.&#8221;<br />
lalu katanya ke petugas pertama<br />
&#8220;Coba cari lagi tapi tulis persis seperti di KTP, jangan lupa titiknya&#8221;<br />
dan voilaaa&#8230; Data saya muncul <img src='http://blog.mariobudi.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Aneh bin ajaib<br />
Apakah program ini hanya bisa mencari data berdasarkan nama lengkap????<br />
Entahlah, sudah capek dan lapar untuk memikirkan hal tersebut.</p>
<p>Akhirnya kartu saya di print ulang, sambil menunggu ibu petugas berkata,<br />
&#8220;Tadi nyarinya tidak pake titik, jadi ga ketemu&#8221;<br />
Saya cuma mengiyakan saja, sambil tetap geleng-geleng dalam hati, kok seperti itu programnya.<br />
Sebagai seseorang yang berkecimpung di dunia <em>computer programming</em> , saya tau hal-hal seperti ini bisa membuat bingung user yang awam.</p>
<p>Akhirnya kartu saya selesai, dan saya pulang dengan lega.</p>
<p>Kesimpulan:<br />
1. Para petugas sangat baik dan mau membantu, bahkan mau mencari berkali-kali di tumpukan kartu dan di program. Terima kasih pak, bu.<br />
2. Untuk program yang ada, saya tidak tau kenapa bisa begitu, apakah memang tidak bisa mencari sebagian data, atau usernya yang tidak tahu. Jika ada orang pajak yang membaca, mungkin bisa di lihat lagi programnya.<br />
3. Kejadian diatas terjadi pada sabtu kemarin di KPP Menteng jalan Kwini.</p>
<p>Hufff, moga kejadian ini membuat saya &#8220;tidak kapok&#8221; untuk kembali datang ke kantor pajak, dan rasanya saya tidak kapok jika petugasnya ramah dan mau membantu seperti yang saya alami kemarin.<br />
Dan semoga di kantor pajak yang lain juga begitu.</p>
<p>Ayo buat NPWP hehehe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.mariobudi.net/2008/12/07/ada-apa-dengan-program-di-kantor-pajak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepompong dan Kupu-Kupu</title>
		<link>http://blog.mariobudi.net/2004/12/01/kepompong-dan-kupu-kupu/</link>
		<comments>http://blog.mariobudi.net/2004/12/01/kepompong-dan-kupu-kupu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2004 02:56:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.mariobudi.net/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari dari lubang kecil muncul sesuatu. Seseorang sedang duduk dan mengamati dalam beberapa jam kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya namun dia tidak bisa lebih jauh lagi. Orang yang mengamati atdi, akhirnya memutuskan untuk membantunya, dia ambil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari dari lubang kecil muncul sesuatu. Seseorang sedang duduk dan mengamati dalam beberapa jam kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya namun dia tidak bisa lebih jauh lagi. Orang yang mengamati atdi, akhirnya memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.</p>
<p>Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang dalam waktu. Semuanya tak pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gelembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang.</p>
<p>Orang tersebut tidak mengerti dan memahami sebuah perjuangan dan proses yang akan dilalaui oleh kupu-kupu. Kebaikan dan ketergesaan orang tersebut justru menghambat dan mematikan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil. Sebenarnya, keberhentian kupu-kupu tadi merupakan jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian rupa sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.</p>
<p>Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.</p>
<p>Saya mohon Kekuatan….. dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.</p>
<p>Saya mohon kebajikan…. Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.</p>
<p>Saya memohon kemakmuran…&#8230; dan Tuhan memberi saya otak dan tenaga untuk bekerja</p>
<p>Saya memohon keteguhan hati…. Dan Tuhan memberi saya bahaya untuk diatasi</p>
<p>Saya memohon cinta….. dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong</p>
<p>Saya memohon kemurahan/kebaikan hati… dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan</p>
<p>Saya tidak memperoleh yang saya inginkan.</p>
<p>Saya mendapatkan segala yang saya butuhkan. </p>
<p>source: the internet</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.mariobudi.net/2004/12/01/kepompong-dan-kupu-kupu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Air</title>
		<link>http://blog.mariobudi.net/2004/11/11/belajar-dari-air/</link>
		<comments>http://blog.mariobudi.net/2004/11/11/belajar-dari-air/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2004 00:55:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.mariobudi.net/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Air selalu mencari tempat yang paling rendah/dasar.&#8221;
Dear all,
Mari kita selalu membiasakan diri untuk berpikir dan bersikap seperti air, yaitu :
* selalu ada unsur bening di dalamnya,
* terus mengalir menuju tujuan walau harus menghadapi segala rintangan di perjalanannya,
* selalu rendah hati,
* selalu mencari dasar / akar persoalan sebelum memikirkan dan memformulasikan solusinya.
Kadang kita takut untuk menceburkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Air selalu mencari tempat yang paling rendah/dasar.&#8221;</p>
<p>Dear all,</p>
<p>Mari kita selalu membiasakan diri untuk berpikir dan bersikap seperti air, yaitu :<br />
* selalu ada unsur bening di dalamnya,<br />
* terus mengalir menuju tujuan walau harus menghadapi segala rintangan di perjalanannya,<br />
* selalu rendah hati,<br />
* selalu mencari dasar / akar persoalan sebelum memikirkan dan memformulasikan solusinya.</p>
<p>Kadang kita takut untuk menceburkan diri ke dalam air. Kebiasaan kita adalah &#8216;bermain&#8217; di permukaan saja, padahal permukaan air itu kadang menipu; air yang bergelombang dan menakutkan belum tentu berbahaya, &#8220;air beriak tanda tak dalam&#8221; tapi sebaliknya juga &#8220;air tenang menghanyutkan&#8221;, itu kata pepatah.</p>
<p>Maka hanya dengan menyelami masalah serta bersikap rendah hati, kita dapat berpikir lebih jernih. Dan kita selalu dapat bijaksana dalam menyingkapi setiap hal yang kita hadapi dalam hidup.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.mariobudi.net/2004/11/11/belajar-dari-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
