A New Beginning

Me on the Internet

Kepompong dan Kupu-Kupu

Suatu hari dari lubang kecil muncul sesuatu. Seseorang sedang duduk dan mengamati dalam beberapa jam kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya namun dia tidak bisa lebih jauh lagi. Orang yang mengamati atdi, akhirnya memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.

Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang dalam waktu. Semuanya tak pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gelembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang.

Orang tersebut tidak mengerti dan memahami sebuah perjuangan dan proses yang akan dilalaui oleh kupu-kupu. Kebaikan dan ketergesaan orang tersebut justru menghambat dan mematikan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil. Sebenarnya, keberhentian kupu-kupu tadi merupakan jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian rupa sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.

Saya mohon Kekuatan….. dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.

Saya mohon kebajikan…. Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.

Saya memohon kemakmuran…… dan Tuhan memberi saya otak dan tenaga untuk bekerja

Saya memohon keteguhan hati…. Dan Tuhan memberi saya bahaya untuk diatasi

Saya memohon cinta….. dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong

Saya memohon kemurahan/kebaikan hati… dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan

Saya tidak memperoleh yang saya inginkan.

Saya mendapatkan segala yang saya butuhkan.

source: the internet

  • 0 Comments
  • Filed under: Stories
  • 3 Minggu Pertama di Jakarta

    Hari-hari di jakarta…
    sebagian besar kuhabiskan di kantor. Dari 8 pagi ampe paling cepat 8 malam.
    Benernya jam kerja cuma ampe jam 5 sore….
    Tapi, ga tau juga kok bisa pulang malam terus.

    Kupikir-pikir pulang cepat juga ngapain???? Di rumah cuma ada TV, males nonton, kadang ngeri. Ketika di Jogja, sering nonton berita tentang keadaan jakarta.
    Mulai dari kebakaran, Perampokan, pembunuhan, perkosaan dan terakhir bom kuningan. Paling klo nonton itu semua, aku masih bisa bilang ah itu di jakarta.
    Jogja masih aman.
    Aku ingat sempat cerita ke temenku, ngapain ke Jakarta?? Mo bunuh diri??? Eh ga taunya, ga nyampe seminggu, diriku dah berada di Jakarta. Pusat segala masalah (bener ga??).

    Setelah di jakarta, aku selalu berusaha berpikir bahwa Jakarta itu aman (setidaknya sampai saat ini). Kemarin sempet lewat di depan kedubes australia.. wuih masih banyak yang nonton lho.

    Mo coba jalan-jalan, juga bingung mo kemana. Kemarin sempat jalan ke ITC Cempaka Mas, ampe sana jam 6 lewat, eh dah banyak yang tutup. Kok bisa sih??
    Ga butuh duit pa mereka itu hehehehehe.

    Jakarta oh jakarta
    Apakah aku kerasan di jakarta???
    Entahlah, terlalu dini untuk dijawab.

  • 0 Comments
  • Filed under: Personal
  • Belajar dari Air

    “Air selalu mencari tempat yang paling rendah/dasar.”

    Dear all,

    Mari kita selalu membiasakan diri untuk berpikir dan bersikap seperti air, yaitu :
    * selalu ada unsur bening di dalamnya,
    * terus mengalir menuju tujuan walau harus menghadapi segala rintangan di perjalanannya,
    * selalu rendah hati,
    * selalu mencari dasar / akar persoalan sebelum memikirkan dan memformulasikan solusinya.

    Kadang kita takut untuk menceburkan diri ke dalam air. Kebiasaan kita adalah ‘bermain’ di permukaan saja, padahal permukaan air itu kadang menipu; air yang bergelombang dan menakutkan belum tentu berbahaya, “air beriak tanda tak dalam” tapi sebaliknya juga “air tenang menghanyutkan”, itu kata pepatah.

    Maka hanya dengan menyelami masalah serta bersikap rendah hati, kita dapat berpikir lebih jernih. Dan kita selalu dapat bijaksana dalam menyingkapi setiap hal yang kita hadapi dalam hidup.

  • 0 Comments
  • Filed under: Stories
  • Senyum

    Sekali senyum curiga hilang

    Dua kali senyum jadi sahabat

    Tiga kali senyum hati penuh damai

    Empat kali senyum beban jadi ringan

    Lima kali senyum rejeki datang

    Enam kali senyum gigi kering

  • 0 Comments
  • Filed under: Poems
  • Kerja dan Keletihan

    (From Mas Muji)

    Kerja itu menyenangkan, jika tidak maka pengangguran bukanlah suatu hal
    yang masalah di dunia ini.
    Ingat sesuatu yang menyenangkan itu selalu menjadi rebutan. Karena senangnya dengan pekerjaan terkadang banyak orang yang sampai lupa sama waktu istirahat. Setidaknya begitu pendapat orang-orang bijaksana.

    Sebenarnya kapan sih waktu istirahat itu? Adakah waktu istirahat yang
    tepat? Sehingga ada istilah lupa waktu istirahat.
    Saya rasa kita tidak perlu berdebat dengan hal yang satu ini. Ada atau tidak waktu istirahat yang jelas semua orang pasti suka diberikan waktu istirahat. Jika ada
    yang merasa tidak, sebaiknya segera mencari tahu kenapa bisa begitu.

    Kalo dicermati lebih jauh, sebenarnya orang yang sibuk bekerja itu tidaklah lupa waktu istirahat, bahkan mungkin waktu istirahat selalu ada dibenaknya, bahkan bisa jadi orang bekerja begitu bersemangatnya hanya lantaran mengejar waktu istirahat. Lalu kenapa kita terus bekerja tampa henti? Sebenarnya yang manusia lupa adalah keletihan tubuh ini.
    Anggap saja kita terlalu bernafsu sampai lupa kalau badan sudah letih. karena
    kita lupa badan sudah letih, maka kita terus bekerja dan terus lagi……. Kita terlalu sombong pada tubuh kita sendiri, yang melupakan keletihan. Apa akibatnya? adakah sesuatu yang serius?

    Kerja yang terus-menerus dengan mengambil waktu istirahat di akhir merupakan sesuatu yang dinamakan keterlambatan yang disengaja.
    Apa maksudnya? Terlambat dalam hal apa? Ya terlambat menetralisir keletihan tubuh
    kita. Ketika kita asyik bekerja, kita lupa tubuh sudah letih, dan ketika kita istirahat di akhir pekerjaan, tubuh sudah terlalu letih. Ibarat menyuntik tinta printer (hal yg biasa di Indonesia), istirahat di akhir pekerjaan sama seperti menyuntik tinta ketika tangki tinta sudah kering.
    Ya hampir sia-sia.

    Jangan samakan tubuh anda dengan tangki tinta. tangki tinta rusak, banyak yang jual, tubuh yang rusak ya ngga bisa dijual :D

    Istirahat tidak selalu diam dan terpaku. Istirahat itu banyak arti.
    Mengistirahatkan pikiran dengan iseng buka email dan balas email salah satu hal yang positif. istirahat tubuh dengan berdiri dan melakukan gerakan2 ringan seperti senam pagi, juga hal yang positif. yang jelas, Kerja itu penuh beban dan istirahat itu TANPA BEBAN.

    Selamat bekerja dan jangan lupa istirahat yang cukup.

    Djet’s, Jogja, 2004-10-14

  • 0 Comments
  • Filed under: At Work, Personal